Tips Nikah

Serba-serbi Urus Nikah di KUA, Pelajari Tahapannya, Yuk!

Buat kamu yang berencana menikah, melakukan pendaftaran di KUA wajib hukumnya. Dari sekian keribetan persiapan pernikahan, pendaftaran ke KUA adalah salah satu yang paling rumit. Tapi tenang dulu. Kamu bisa cek dulu apa saja yang perlu diperhatikan ketika mengurus pendaftaran pernikahan di KUA.

 

1. Pastikan lokasi akad nikah

Lokasi pernikahanmu menentukan di KUA mana kamu harus melakukan pendaftaran. Misalnya, bila pernikahan akan dilangsungkan di rumah mempelai perempuan, maka pendaftaran dilakukan di KUA kecamatan tempat tinggal mempelai perempuan. Sedangkan bila pernikahan dilakukan di tempat lain atau gedung resepsi di kecamatan berbeda, KUA kecamatan tempat pernikahanlah yang harus kamu tuju. Mudahnya, di mana kamu menikah, di situlah kamu mendaftar ke KUA.

Calon mempelai laki-laki yang tinggal satu kecamatan dengan calon pasangannya akan lebih mudah melakukan pendaftaran. Bila calon mempelai laki-laki berasal dari kecamatan berbeda, apalagi dari luar daerah, pihak laki-laki harus mengurus pendaftaran dulu di KUA tempat tinggalnya, yang diistilahkan ‘numpang nikah’. Dokumen dari KUA asal pihak laki-laki nantinya akan menjadi syarat pendaftaran di KUA lokasi pernikahan.

 

2. Ketahui syarat-syarat KUA setempat

Setiap KUA memiliki persyaratan yang kurang lebih sama. Namun terkadang ada sedikit perbedaan pada persyaratan tambahan atau prosedur pendaftarannya. Tak ada salahnya mendatangi KUA setempat untuk mengetahui persyaratan yang harus kamu penuhi. Biasanya, persyaratan pernikahan sudah terpampang jelas dengan bagan, papan, atau standing banner di KUA. Kalau kurang jelas, kamu bisa bertanya langsung dengan petugas. Beberapa KUA bahkan juga menyediakan brosur tata cara mendaftarkan pernikahan dan buku panduan membangun keluarga sakinah. Lumayan kan? Tak ada ruginya mampir sebentar.

 

3. Daftarkan jauh-jauh hari

Jangan pernah sepelekan nasihat ‘persiapkan jauh-jauh hari’. Begitu tanggal pernikahan sudah ditetapkan, jangan tunda mengurus pendaftaran di KUA. Kenapa? Kebanyakan orang mengadakan pernikahan pada hari Sabtu atau Minggu. Bayangkan ada berapa pasang calon pengantin yang akan menikah pada satu hari saja di satu kecamatan. Sementara jumlah penghulu yang bertugas per hari hanya 1-2 orang. Kecuali kamu dan pasangan sepakat untuk menikah di KUA pada hari kerja yang lebih longgar, mungkin kamu bisa lebih santai. Namun melakukan pendaftaran jauh-jauh hari tetap menguntungkan. Kamu punya banyak waktu untuk mengurus dokumen.

 

4. Dokumen yang harus disiapkan

Mempersiapkan dokumen pernikahan akan memakan waktu yang tak sedikit. Kamu perlu mengurus dokumen mulai dari tingkat RT, RW, hingga kelurahan. Peraturan terbaru juga mewajibkan calon mempelai untuk memeriksakan kesehatan di Puskesmas. Calon mempelai perempuan juga harus mendapatkan imunisasi TT pranikah.

Secara umum, berikut ini dokumen dan langkah-langkah yang harus dipenuhi:

  1. Surat pengantar dari RT-RW.
  2. Mengurus surat N1, N2, N4, dan surat keterangan belum menikah di kelurahan dengan membawa pas foto, fotokopi KTP dan KK, serta surat pengantar.
  3. Seluruh dokumen (termasuk dokumen ‘numpang nikah’, jika ada) didaftarkan ke KUA. Kamu mulai bisa ‘mengamankan’ tanggal pernikahan.
  4. Setelahnya kamu mendapatkan surat N7 yang berisi segala informasi tentang rencana pernikahanmu, seperti tanggal dan tempat, wali dan saksi nikah, serta nama penghulu.

Semua syarat sudah terpenuhi, kamu pun bisa berkonsentrasi mengurus persiapan pernikahan lainnya. Menjelang hari pernikahan, jangan lupa memastikan nama dan nomor kontak penghulu guna memastikan kelancaran acara pernikahan.

Share this :
Previous post

Persiapan Pernikahan: Aku VS Orang Tua

Next post

Sudah Mau Lamaran, Hal-hal Ini Perlu Kamu Siapkan!

Komentar Anda