Obrolan Nikah

Empat Cara Adakan Pesta Nikah Surplus

Sabtu (26/7) lalu, bertempat di Ke:kini, The Palakrama mengadakan workshop bertajuk “Pesta Nikah Surplus.” The Palakrama ialah sebuah wadah bagi pasangan yang akan menikah dan yang baru menjadi keluarga untuk belajar mengenai pernikahan dan kehidupan berkeluarga. Pada workshop perdananya, The Palakrama menggandeng Peggy Putri, seorang wedding organizer yang sudah 13 tahun malang melintang di bidang ini.

Menurut Peggy, surplus yang dimaksud bukan sekedar mengharapkan balik modal dan mendapat keuntungan dari uang angpau yang diberikan tamu undangan. Kunci utama nikah surplus adalah memiliki perencanaan yang baik mengenai bujet pernikahan. “Budgeting itu penting. Biasanya budget terbanyak ada di resepsi,” imbuh Peggy.


Lalu, bagaimanakah caranya membuat bujet pesta nikah yang aman dan nyaman di kantong? Berikut rangkumannya:

 

1. Setia dengan bujet

Pertama yang harus dilakukan adalah mengetahui berapa jumlah bujet yang akan digunakan untuk membuat pesta nikah. Kemudian, dengan bujet tersebut baru dialokasikan untuk berbagai keperluan. “Kalau sudah punya bujet, harus setia sama bujetnya. Pemesanan vendor mengikuti bujetmu, jangan pesan vendor dulu baru bujet menyesuaikan,” tambah Peggy.

Peggy juga menyerukan jangan sampai berhutang untuk menikah. Lebih baik menabung hingga bujet cukup, daripada memaksakan pesta besar namun tak sesuai bujet yang dimiliki.

 

2. Ketahui uang keluar dan masuk

Inilah pentingnya memiliki catatan buku tamu dan perkiraan berapa jumlah uang yang diberikan tiap tamu undangan. Peggy menjelaskan, “Beberapa orang bilang ini nggak sopan, tujuannya bukan untuk menilai si tamu kasih berapa, tapi untuk memerhitungkan berapa total kira-kira uang yang didapat dari angpau.”

Dengan begitu, para calon pengantin dapat memerkirakan, untuk persiapan habis berapa dan usai acara akan dapat berapa.

 

3. Jangan cepat percaya dengan promo vendor

“Banyak sekali vendor yang memberikan promo menggiurkan. Jangan langsung percaya, ya!” tandas Peggy. Ia melanjutkan, biasanya promo itu hanyalah strategi marketing. Banyak vendor yang akhirnya menambahkan banyak hal, sehingga harganya akan lebih mahal dibandingkan tidak menggunakan paket. Karenanya, para calon pengantin harus jeli dengan tawaran vendor tersebut.

 

4. Gunakan wedding organizer atau wedding planner

Beberapa orang bilang, kalau menggunakan wedding organizer (WO) akan lebih mahal. Padahal, dengan menggunakan WO, para calon pengantin akan dapat mengatur bujet lebih efisien. “WO itu dekat dengan vendor, sehingga bisa nego harga dan bisa membuat bujetnya lebih murah.”

Peggy menutup workshop dengan mengatakan, “Surplus itu dapat berarti yang dikeluarkan tidak hilang begitu saja, tapi menghasilkan sesuatu.”

Share this :
Previous post

Kiat Menghemat Bujet Pesta Pernikahan

Next post

Ingin Pernikahan Outdoor? Gunakan Konsep Tema Rustic

Komentar Anda