Tips Nikah

Cara Orang Jepang Mendidik Anak Agar Disiplin, Tertarik?

Salah satu kebiasaan yang mendukung kesuksesan seseorang adalah kedisiplinan. Dengan disiplin, setiap orang mampu menentukan tujuan dan bersungguh-sungguh dalam berusaha untuk mencapainya. Kedisiplinan harus ditanamkan sejak dini sehingga menjadi kebiasaan hingga sang anak beranjak dewasa.

Lalu apa saja pelatihan kedisiplinan yang paling cocok untuk anak? Ternyata pelatihan kedisiplinan tidak sebatas bangun pagi dan tidur tepat waktu saja lho. Jepang yang terkenal akan kedisiplinan warganya telah menerapkan pelatihan kedisiplinan sejak dini untuk anak-anak.

Sebagaimana disampaikan oleh psikolog Vera Itabiliana Hadiwidjojo, dikutip dari kompas.com, kedisiplinan yang diterapkan di Jepang dimulai dari ibu. Setelah lahir, seorang anak akan terus bersama dengan ibunya untuk membangun kedekatan. Anak harus memiliki kepercayaan dengan ibunya. Dengan adanya kepercayaan anak terhadap ibunya, pelatihan kedisiplinan bisa diterapkan. Seorang ibu juga harus senantiasa sabar dan tak kenal lelah dalam membimbing anaknya.

Penasaran seperti apa didikan disiplin ala Jepang?

 

Latihan makan sendiri

Anak mulai berlatih makan sendiri pada usia dua tahun. Para ibu akan membuatkan makanan yang disesuaikan dengan ukuran mulut si kecil sehingga memudahkannya untuk mulai makan sendiri. Anak juga diberi alat makan dan minum yang menarik dan lucu sehingga anak bersemangat untuk makan sendiri.

 

Latihan mandi dan merapikan barang pribadi

Anak-anak usia tiga tahun sudah mulai masuk TK dan diajarkan untuk mandi sendiri serta merapikan barang-barang pribadinya. Biasanya anak-anak akan diajarkan mandi sebelum tidur siang. Ketika hendak tidur, mereka diminta menyiapkan alas tidurnya sendiri. Begitu pula ketika sudah bangun, anak akan membereskan sendiri alas tidurnya.

Berangkat dan pulang sekolah sendiri

Di usia enam tahun, anak harus sudah berani berangkat dan pulang sekolah sendiri. Bahkan ada aturan yang melarang anak diantar dengan mobil. Pemerintah akan mengatur anak-anak untuk masuk kesekolah terdekat dengan rumah. Hal ini dilakukan untuk memudahkan mereka berangkat-pulang sekolah agar anak semakin mandiri dan mudah bergaul dengan teman-temannya.

 

Peta keamanan lingkungan

Ada juga satu yang seru, yakni anak-anak sekolah diminta membuat peta keamanan lingkungan yang menggambarkan wilayah-wilayah di sekitar yang perlu mendapat kewaspadaan. Misalnya, di dalam peta terdapat keterangan untuk berhati-hati melintasi tikungan. Peta ini mendorong anak-anak untuk berhati-hati dan lebih mengenal lingkungannya.

 

Post it ucapan terima kasih

Ada juga yang mendidik siswa untuk senantiasa mengucapkan terima kasih atas apa yang telah diterima. Para siswa menuliskan ucapan terima kasihnya melalui post it, yang bisa ditujukan untuk siapa saja. Misalnya, siswa bisa menulis, “terima kasih telah meminjami saya pensil”, dan sebagainya.

Jadi buang jauh-jauh pemikiran bahwa pengajaran disiplin harus dengan cara yang keras dan menakutkan. Belajar disiplin juga bisa seru-seruan kok. Selamat mencoba!

Share this :
Previous post

6 Pulau Cantik untuk Bulan Madu, Selain Bali dan Lombok

Next post

Jika Suami dan Istri Sama-sama Bekerja, Bagaimana Ya?

Komentar Anda